Jakarta, Malanesianews, – Indonesia mengalami perubahan cuaca yang semakin nyata dalam beberapa tahun terakhir, ditandai dengan peningkatan curah hujan dan semakin seringnya cuaca ekstrem. Data menunjukkan bahwa laju perubahan curah hujan secara nasional mengalami peningkatan signifikan, terutama dalam 30 tahun terakhir.
Selain itu, musim hujan cenderung lebih panjang di beberapa wilayah, seperti Sumatra Selatan, Kalimantan, dan bagian selatan Sulawesi. Di beberapa daerah, seperti Lampung dan bagian barat Pulau Jawa, musim hujan berlangsung lebih lama dibandingkan sebelumnya.
Perubahan ini turut meningkatkan risiko bencana alam. Pada November 2024, hujan deras di Pulau Sumatra menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor yang menewaskan puluhan orang. Beberapa wilayah mengalami dampak parah, dengan kendaraan dan rumah-rumah yang tertimbun akibat longsor.
Sementara itu, prakiraan cuaca menunjukkan bahwa musim kemarau tahun 2025 diperkirakan akan berlangsung normal, dengan puncak kemarau terjadi antara Juni hingga Agustus. Meski demikian, beberapa wilayah seperti Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Papua Selatan diprediksi mengalami kondisi lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya. Risiko kebakaran hutan di Sumatra bagian utara dan Kalimantan bagian selatan, serta kekeringan di Jawa Timur, Nusa Tenggara, dan Bali diperkirakan meningkat pada pertengahan tahun.
Pemerintah dan masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengambil langkah mitigasi guna mengurangi dampak negatif dari perubahan cuaca ini. Langkah-langkah seperti penyesuaian jadwal tanam bagi petani dan pengelolaan sumber daya air yang lebih efisien menjadi semakin penting untuk menghadapi tantangan cuaca yang terus berubah.