Ambon Malanesianews, – Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Ilham Tauda, menyatakan bahwa Maluku termasuk daerah yang mengalami surplus daging sapi. Meskipun konsumsi sumber protein di Maluku lebih didominasi oleh ikan, produksi daging sapi di daerah ini tetap melebihi kebutuhan lokal dan didistribusikan ke wilayah Papua dan Sulawesi.
“Kalau di Maluku, konsumsi daging sapi masih kurang dibanding daerah lain,” ujar Ilham Tauda dalam dialog di Pro1 RRI Ambon, Rabu (26/2/2025).
Meskipun surplus, pemerintah daerah tetap menerapkan kebijakan buka tutup dalam pendistribusian daging sapi, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan stok di dalam daerah dan menghindari lonjakan harga yang dapat berdampak pada masyarakat lokal.
“Jangan sampai dikeluarkan untuk kebutuhan pasar di luar Maluku, kemudian terjadi lonjakan harga di daerah sendiri. Karena itu selalu dilakukan dengan prinsip hati-hati untuk tetap mempertimbangkan kondisi stok di daerah ternak,” tambahnya.
Beberapa daerah utama penghasil ternak sapi di Maluku antara lain Pulau Seram, Buru, Maluku Tenggara, dan Kepulauan Tanimbar. Dengan produksi yang stabil, Maluku diharapkan terus berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan daging sapi di wilayah timur Indonesia.