Jakarta, Malanesianews, – Menjelang arus mudik Lebaran 2025, sejumlah pelabuhan di wilayah timur Indonesia bersiap menghadapi lonjakan penumpang dan barang. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memastikan kesiapan infrastruktur dan armada guna kelancaran arus mudik tahun ini.
Kesiapan Armada dan Infrastruktur Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Antonius Rahmat, menyatakan bahwa seluruh pelabuhan utama di kawasan timur, seperti Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Ambon, Pelabuhan Jayapura, dan Pelabuhan Kupang, telah meningkatkan kapasitas layanan. Peningkatan ini mencakup penambahan jadwal keberangkatan kapal, peningkatan fasilitas keselamatan, serta optimalisasi layanan tiket online.
“Kami telah berkoordinasi dengan operator kapal dan otoritas pelabuhan untuk memastikan kesiapan armada serta memperketat standar keselamatan pelayaran,” ujar Capt. Antonius dalam konferensi pers, Rabu (27/3/2025).
Penambahan Kapal dan Jadwal Pelayaran Untuk mengakomodasi tingginya permintaan, beberapa operator pelayaran telah menambah frekuensi keberangkatan, terutama pada rute-rute padat seperti Makassar–Sorong, Ambon–Ternate, serta Jayapura–Merauke. PT Pelni sebagai operator utama transportasi laut juga mengerahkan kapal tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
“Dalam periode puncak mudik, sekitar 20 persen armada tambahan akan dioperasikan. Kami juga menyiapkan kapal cadangan jika terjadi kondisi darurat,” kata Direktur Utama PT Pelni, Agus Priyanto.
Peningkatan Keselamatan dan Kenyamanan Keselamatan menjadi prioritas utama dalam mudik tahun ini. Kemenhub telah menginstruksikan pemeriksaan ketat terhadap kelayakan kapal sebelum berlayar. Selain itu, otoritas pelabuhan akan memperketat pengawasan terhadap kapasitas muatan guna mencegah kelebihan penumpang.
Di sisi kenyamanan, fasilitas pelabuhan telah diperbarui dengan ruang tunggu yang lebih luas, penambahan kursi, serta area khusus bagi lansia dan penyandang disabilitas. Selain itu, sistem boarding di beberapa pelabuhan besar mulai menerapkan teknologi pemindai tiket digital untuk mengurangi antrean panjang.
Koordinasi dengan BMKG dan Basarnas Mengantisipasi kondisi cuaca yang kerap berubah, Kemenhub juga berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memastikan perjalanan laut tetap aman. Informasi prakiraan cuaca akan terus diperbarui kepada pihak pelabuhan dan operator kapal.
Selain itu, Basarnas telah menyiagakan tim SAR di berbagai titik strategis untuk merespons cepat jika terjadi keadaan darurat.
Harapan Kelancaran Mudik Pemerintah berharap mudik Lebaran 2025 berjalan lancar dan lebih nyaman bagi masyarakat yang menggunakan transportasi laut. Dengan berbagai langkah antisipatif, pelabuhan di timur Indonesia siap melayani para pemudik dengan aman dan tertib.
“Kami mengimbau kepada seluruh pemudik untuk tetap mematuhi aturan keselamatan dan mengikuti jadwal keberangkatan yang telah ditetapkan. Semoga perjalanan mudik tahun ini berjalan dengan lancar,” tutup Capt. Antonius.