Jakarta, Malanesianews, – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Halaman Istana Kepresidenan. Peluncuran ini menandai langkah strategis pemerintah dalam mengelola investasi nasional guna mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo berharap pembentukan dan peluncuran Danantara dapat mengubah cara pengelolaan kekayaan bangsa demi kesejahteraan rakyat. Menurut Presiden, pemerintah telah membuktikan komitmennya dengan disiplin dan tata keuangan yang bertanggung jawab.
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Presiden ketujuh Joko Widodo (kedua kanan) dan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (kedua kiri) meluncurkan secara simbolis badan pengelola investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Istana Negara, Jakarta. Presiden Prabowo mengatakan bahwa Danantara sebagai dana kekayaan negara atau sovereign wealth fund Indonesia akan mengelola aset senilai lebih dari 900 miliar dolar AS, dengan proyeksi dana awal mencapai 20 miliar dolar AS.
Dalam peluncuran tersebut, turut hadir Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden ke-12 Jusuf Kalla, serta para pejabat tinggi negara dan pelaku industri keuangan. Acara ini juga ditandai dengan penghormatan kepada lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh seluruh tamu undangan.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa lembaga ini akan dikelola dengan transparansi dan akuntabilitas. Dalam keterangannya, Rosan membantah anggapan bahwa Danantara kebal hukum dan menegaskan bahwa institusi ini tetap dapat diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dengan peluncuran ini, diharapkan Danantara dapat menjadi pilar utama dalam mengelola investasi nasional, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan memperkuat daya saing Indonesia di kancah global.