Data IMF 2024 : Indonesia Peringkat 8 Ekonomi Terbesar Di Dunia

0
33

Jakarta, Malanesianews, – Berdasarkan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF), Indonesia menduduki negara dengan ekonomi terbesar ke-8 di dunia berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) yang disesuaikan dengan paritas daya beli (PPP) pada tahun 2024.

Indonesia capaian PDB-nya senilai USD4,66 triliun atau setara Rp 75,4 kuadriliun sama dengan Brazil.

Di urutan Ketujuh, Brazil capaian PDB-nya mencapai USD4,7 triliun atau setara Rp 76 kuadriliun. Kedelapan,

Kelima, Jepang capaian PDB senilai USD6,57 triliun atau setara Rp 106,3 kuadriliun. Keenam, Jerman capaian PDB-nya mencapai USD6,02triliun atau setara Rp 97,4 kuadriliun.

Untuk posisi ketiga, adalah India dengan capaian PDB sebesar USD16,02 triliun atau setara Rp259,3 kuadriliun. Keempat, Russia capaian PDB-nya mencapai USD6,91 triliun atau setara Rp 111,8 kuadriliun.

Kemudian posisi kedua, ada Amerika Serikat dengan capaian PDB sebesar USD29,17 triliun atau setara Rp472,2 Kuadriliun. Negeri paman Sam kali ini kalah dari Cina.

Terakhir 1 China menjadi negara diposisi pertama dengan capaian PBD senilai USD37,07 Triliun atau setara Rp 600 Kuadriliun (1 USD = Rp 16,188.2 ).

Posisi ini membawa Indonesia melewati negara-negara maju, seperti Prancis dan Inggris. Hal itu mencerminkan laju pertumbuhan yang signifikan di tengah berbagai tantangan global yang ada.

Di posisi Kesembilan, Prancis dengan capaian PDB senilai USD4,36 triliun atau setara Rp 70,5 kuadriliun. Kemudian di posisi kesepuluh, United Kingdom (UK) capaian PDB-nya mencapai USD4,28 triliun atau setara Rp 69,2 kuadriliun.

Berdasarkan data Kementerian Investasi, ekonomi AS per kuartal III adalah 1,8%, sementara ekonomi Korea Selatan adalah 3,1%. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Berdasarkan laporan IMF “World Economis Outlook Update January 2025”, pertumbuhan global diproyeksikan sebesar 3,3 persen pada tahun 2025 dan 2026, di bawah rata-rata historis (tahun 2000–2019) sebesar 3,7 persen.

Perkiraan untuk tahun 2025 secara umum tidak berubah dari yang ada dalam Prospek Ekonomi Dunia (WEO) Oktober 2024, terutama karena revisi ke atas di Amerika Serikat yang mengimbangi revisi ke bawah di negara-negara ekonomi utama lainnya.

Inflasi utama global diperkirakan akan turun menjadi 4,2 persen pada tahun 2025 dan menjadi 3,5 persen pada tahun 2026, kembali ke target lebih awal di negara-negara maju daripada di negara-negara pasar berkembang dan negara-negara berkembang.

Gangguan yang ditimbulkan oleh kebijakan terhadap proses disinflasi yang sedang berlangsung dapat mengganggu poros menuju pelonggaran kebijakan moneter, dengan implikasi bagi keberlanjutan fiskal dan stabilitas keuangan.

IMF menilai mengelola risiko ini memerlukan fokus kebijakan yang tajam untuk menyeimbangkan trade-off antara inflasi dan aktivitas riil, membangun kembali penyangga, dan mengangkat prospek pertumbuhan jangka menengah melalui peningkatan reformasi struktural serta aturan dan kerja sama multilateral yang lebih kuat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini