Jayapura, Malanesianews, – Constant Karma, salah satu tokoh birokrasi senior di Papua, kembali menjadi sorotan setelah resmi ditunjuk sebagai calon Wakil Gubernur Papua mendampingi Benhur Tomi Mano (BTM) dalam Pilgub Papua 2025. Dengan pengalaman panjang di pemerintahan, Constant Karma diharapkan dapat membawa stabilitas dan kepemimpinan yang kuat dalam membangun Papua.
Karier Panjang di Birokrasi dan Pemerintahan
Constant Karma bukanlah nama baru dalam pemerintahan Papua. Ia memiliki rekam jejak panjang di birokrasi, dimulai dari berbagai posisi strategis hingga menjabat sebagai Wakil Gubernur Papua pada periode 2000–2005. Pengalamannya dalam pemerintahan semakin matang saat ia dipercaya menjadi Penjabat Gubernur Papua pada 2012–2013, sebuah periode transisi penting bagi provinsi ini.
Selain itu, Constant Karma juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, posisi yang memperkuat pemahamannya tentang tata kelola pemerintahan daerah, kebijakan publik, dan pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut.
Komitmen terhadap Pembangunan Papua
Sebagai seorang birokrat yang telah berkiprah selama puluhan tahun, Constant Karma dikenal memiliki perhatian besar terhadap pembangunan di Papua, terutama dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Ia berulang kali menekankan pentingnya kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat adat Papua serta penguatan ekonomi berbasis sumber daya lokal.
Dalam berbagai kesempatan, ia juga menyoroti pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan pembangunan di Papua berjalan efektif. Dengan pengalamannya sebagai penjabat gubernur, ia memiliki pemahaman mendalam mengenai tantangan yang dihadapi Papua, baik dalam hal birokrasi, sosial, maupun ekonomi.
Dukungan Politik dan Harapan ke Depan
Sebagai calon Wakil Gubernur Papua, Constant Karma diusung oleh PDI Perjuangan. Keputusan untuk mendampingi Benhur Tomi Mano didasarkan pada rekam jejaknya yang bersih dan kemampuannya dalam mengelola pemerintahan.
Pasangan BTM-Constant Karma diyakini akan membawa kepemimpinan yang stabil dan berpengalaman dalam mendorong pembangunan Papua yang lebih inklusif. Dengan latar belakangnya yang kuat di birokrasi dan pemahaman mendalam tentang kondisi Papua, Constant Karma diharapkan dapat menjadi sosok pemimpin yang mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi provinsi ini.
Masyarakat kini menantikan bagaimana pasangan ini akan menawarkan visi dan program kerja mereka dalam upaya membawa Papua ke arah yang lebih maju dan sejahtera.