Jayapura, Malanesianews, – Benhur Tomi Mano (BTM), tokoh yang dikenal luas di Papua, semakin akrab di kalangan umat Muslim. Sebagai alumni SMP Muhammadiyah Abepura, meski berlatar belakang Kristen Protestan, ia memiliki hubungan erat dengan komunitas Muhammadiyah.
Dalam perjalanan politiknya, BTM telah dua periode menjabat sebagai Wali Kota Jayapura. Kini, sebagai calon Gubernur Papua nomor urut 1, ia kembali menunjukkan komitmennya dalam merajut kebersamaan lintas agama dengan menghadiri Safari Ramadhan 1446 H/2025 M. Acara yang digelar di kompleks SMP Muhammadiyah Abepura pada Selasa (25/3/2025) ini juga menjadi ajang buka puasa bersama dengan pimpinan daerah Muhammadiyah Kota Jayapura serta Majelis AUM.
Ketua Muhammadiyah Kota Jayapura, Sukaryanto, menyambut baik kehadiran BTM. “Beliau adalah bagian dari keluarga besar Muhammadiyah. Sebagai alumni SMP Muhammadiyah, tentu kami merasa dekat dengannya dan selalu mendoakan yang terbaik untuknya,” ujarnya.
Sukaryanto juga menegaskan bahwa Muhammadiyah memberikan dukungan penuh kepada BTM dalam kontestasi politik yang akan datang. “Kami berharap beliau bisa melanjutkan kepemimpinannya di tingkat provinsi dan membawa Papua ke arah yang lebih baik,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, BTM menyampaikan rasa bangganya karena pernah mengenyam pendidikan di lingkungan Muhammadiyah. “Saya banyak belajar tentang nilai-nilai kehidupan di sekolah ini, termasuk kejujuran, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama. Ajaran tersebut yang membentuk karakter saya hingga bisa memimpin Jayapura selama dua periode,” ungkapnya.
Menurutnya, Islam mengajarkan cinta kasih dan harmoni, sesuatu yang selalu ia pegang teguh dalam setiap langkah hidupnya. “Di SMP Muhammadiyah, saya belajar makna dari kalimat-kalimat seperti ‘Alhamdulillah’, ‘Insya Allah’, dan ‘Astaghfirullahaladzim’. Ini bukan sekadar kata, tetapi memiliki arti mendalam dalam kehidupan saya,” tuturnya.
Lebih lanjut, BTM memperkenalkan dirinya bersama pasangannya, Constant Karma, sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua. “Perjalanan ini tidak mudah, tetapi saya percaya bahwa setiap keputusan Tuhan selalu membawa hikmah. Kami bertekad membangun Papua yang maju, mandiri, dan harmonis,” katanya.
Dalam suasana yang penuh kebersamaan, BTM mengajak masyarakat untuk terus menjaga toleransi dan keharmonisan di Papua. “Di kota ini, masjid dan gereja berdiri berdampingan sebagai simbol persatuan. Mari kita rawat keberagaman ini demi masa depan yang lebih baik,” pesannya.
Di akhir acara, BTM turut memberikan santunan kepada kaum dhuafa dan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan.